Showing posts with label Paradigma Gejolak Muda. Show all posts
Showing posts with label Paradigma Gejolak Muda. Show all posts

Monday, March 2, 2015

Emansipasi yang Terkhianati

Penerapan kesetaraan antara laki-laki dan wanita makin lama makin mengkhianati pola emansipasi,

Contohnya saja, ada menteri pemberdayaan perempuan, tapi mengapa tidak ada menteri pemberdayaan lelaki?

Ada ajang 'Putri Indonesia', namun bilakah ajang 'Putra Indonesia' akan disiarkan di tivi?

Pun, beberapa organisasi punya bagian 'keputrian', namun 'keputraan' tidak diberi porsi, kasihan sekali,


Karena memang, emansipasi dalam pandangan Barat tidak punya asas pasti, maka penerapannya pun pasti cacat sana-sini,

Tidak ada yang lebih tahu tentang emansipasi, kecuali Sang Pencipta, maka segala aturan yang Dia turunkan hendaknya kita patuhi,

Bahwa lelaki maupun perempuan yang beriman tetap berkesempatan untuk beramal, dan setiap amal akan dianggap saleh jika dilakukan sesuai posisi,

Karena tidak mungkin wanita disuruh untuk menjaga ladang di tengah malam dari serbuan babi, pun tidak mungkin memberi lelaki jatah cuti untuk hamil dan menyusui,

Adil, letakkan sesuatu pada tempatnya, arif, ketahui posisi serta batas diri,

Dan saya percaya, masing-masing kita adalah pribadi yang selalu berusaha untuk adil dan arif, karena inilah sifat muslim sejati,

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. (^_^)
 
*Bicara tentang keadilan, mari kita mulai dengan melantik menteri pemberdayaan lelaki, mengadakan ajang putra Indonesia, dan membuat bagian keputraan di setiap organisasi, ;)

Saturday, November 8, 2014

Dua Bahasa Ini Rumit -_-

Bahasa, bahasa,
Dari sedikit ragam bahasa yang saya pelajari, ada dua bahasa yang rumit penggunaannya,

Rumit maksudnya adalah, kita belum tentu bisa bercengkerama dengan pembicara asli bahasa tersebut, karena ternyata orang aslinya tidak menggunakannya,

Apa dua bahasa itu? Pertama Bahasa Arab, kedua, hm, Bahasa Indonesia,

Orang Arab sudah terjebak dengan Bahasa Amiyahnya,


Sedangkan orang Indonesia terlanjur menganggap bahasa ibukota sebagai resmi Bahasa Indonesia,

Penyebab kerusakan pola pikir terhadap bahasa resmi di dua negara itu, ya, TV dengan bahasa yang digunakannya,

Contoh kecilnya, orang Indonesia menganggap 'pulang bareng' sebagai Bahasa Indonesia,

Padahal seharusnya, 'pulang BERSAMA',

Ada juga yang mengatakan, 'Aku pergi sama adik',

Padahal seharusnya 'Aku pergi DENGAN adik',

Dan masih baaaaaaanyak contoh lainnya,

Jadi untuk kita yang memang loyal pada Sumpah Pemuda, ada baiknya kembali mempelajari Bahasa Indonesia,

Bersihkan keraguan antara mana yang Bahasa sinetron dan mana yang Bahasa Indonesia,

Dan penting juga, bahwa kita bisa bedakan penggunaan masing-masing bahasa sesuai tempatnya,

Karena bahasa bukan tentang paham-tak paham, namun lebih tentang identitas yang harus dijaga,

Semoga kita bisa memperbagus bahasa kita, karena penilaian kedua dilihat dari tutur kata,

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^

Ah, ya, ada satu bahasa yang membuat saya curiga,

Bahasa Spanyol, tapi saya belum berani berkata karena belum ke sana,

Tolong doakan supaya bisa, segera, :)

Wednesday, August 6, 2014

Bukan Semboyan Indonesia

Bhineka Tunggal Ika,

 Ini adalah semboyan pemersatu bangsa Indonesia,

 

Tapi lucunya, semboyan pemersatu kita tidak menggunakan Bahasa Indonesia,
 

Pertanyaannya, ini bahasa apa? Sanskerta?

Jika iya, berarti semboyan persatuan kita cacat, perlu dicari penggantinya,

Bukan cari masalah, namun masalah ini sudah ada, dan sedikit yang menyadarinya,

Makanya, harus ada yang memperbaikinya,



Mestinya, semboyan pemersatu Bangsa Indonesia ya harus menggunakan bahasa Indonesia,

Itulah sebenarnya inti dari Sumpah Pemuda,

Bahwa kita, pemuda-pemudi Indonesia berbahasa satu, Bahasa Indonesia,

Kita adalah pemuda cerdas yang punya prinsip, tidak mudah terbawa arus, dan menghargai jasa para pahlawan kita,

Maka mari, sama-sama kita kembalikan Indonesia yang benar-benar Indonesia,

Merdeka yang benar-benar merdeka,

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^

Karakter Berbeda di Dunia Maya

Inilah yang media sosial sediakan,
Anak gadis tertutup, bisa menjadi binal buka-bukaan,

Remaja pendiam, bisa jadi selalu update laporan kegiatan blak-blakan,

Sedang melakukan ini, mau melakukan itu, kepada teman fb diberitahukan,

Otw kesini, baru kembali dari sana, kepada teman twitter dibroadcastkan,

Carut dan kata kotor yang berat di lidah, di dalam status dituliskan tanpa beban,

Tak jarang, orang tua sendiri pun menjadi korban,


Ah, kita lupa bahwa facebook hanya bertanya apa yang kita pikirkan,

Bukan apa yang sedang kita lakukan, bukan kemana arah kendaraan kita berjalan, bukan siapa yang kini membuat kita kasmaran,

Kita lupa bahwa Rasul bersabda, "Di antara tanda baiknya Islam seseorang adalah, meninggalkan sesuatu yang tak berarti," makanya ia tinggalkan,

Kita lupa bahwa orang cerdas itu bukanlah orang yang mengatakan semua yang ia tahu | namun orang cerdas adalah mereka yang selalu tahu apa yang mereka katakan,

Jadi stop, hentikan kata-kata kotor, hentikan laporan kegiatan,

Karena kita adalah muslim cerdas, bukan abg labil yang jati diri serta prinsipnya masih dipertanyakan,

Bukankah indah, jika beranda media sosial kita hanya berisi hal baik untuk dipikirkan, bermanfaat jika dibagikan?

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^

Pria Beruntung

Saat dewasa, aku mulai sadar, bahwa ayah adalah lelaki paling beruntung di dunia,
Kenapa?

Karena ada ibu yang selalu membuatkan kopi untuk beliau setiap pagi dan menjelang senja,

Pagi, saat ayah akan bersiap bekerja, baju beliau telah tersedia,

Licin, rapi dan wangi, ibu yang menyeterika,

Saking tergantungnya ayah pada ibu, bahkan kuku ayah pun ibulah yang memotongnya,

Hm, bolehlah ayah disebut suami manja,


Tapi tentu tak apa, manja seperti itu kan berpahala, :D

Wajar, jika ayah menjadi sosok hebat, karena di belakang beliau ada wanita luar biasa,

Padahal ibu juga wanita karir, beliau adalah guru, namun tidak mengabaikan kewajiban rumah tangga,

Wajar jika ayah selalu katakan, "Lihatlah bagaimana ibumu berbakti, maka kau akan sadar mengapa surga ada di bawah telapak kakinya!"

Sehari saja ayah tidak bersama ibu, aku bisa pastikan beliau akan galau merana, :v

Yah, pelajaran juga untuk wanita, jangan cari lelaki kaya, tapi buatlah siapa saja lelaki yang berjodoh denganmu sejahtera,

Sendirinya nanti juga akan jadi kaya,

Aku sadar bahwa sosok seperti ibuku bukan satu-satunya,

Makanya, nanti aku mau mencari yang juga telaten seperti beliau, tapi ini baru rencana, *nah lho!

Semoga siapapun yang membaca bisa mengambil hikmahnya,

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^

Sunday, May 25, 2014

Cukup Sudah dengan Motivasi

Kesalahan motivator yang paling gawat adalah, kebanyakan hanya memberi nasihat global yang mengambang,

Setelah mengikuti acara motivasi, semangat peserta memang meledak-ledak seolah Monas pun bisa dibuat tumbang,

 

Tapi itu urusan hati. Saat pikiran mulai jalan, mereka bingung, semangat memang besar, tapi kosong perencanaan, bimbang,
 

Maka mereka kembali memble, punya semangat namun tidak tahu apa yang harus dilakukan sekarang,

Makanya, saya lebih suka nasihat tembak langsung yang memberi solusi tindakan nyata bukan sembarang,


Misalnya, "Punya masalah? Istighfar, wudhu, shalat, doa, baca Quran, kalau perlu sedekah! InsyaAllah nanti Allah tunjukan jalan terang,"

Contoh lain, "Terjebak pergaulan bebas? Mudah, ganti teman, ganti lingkungan, ganti penampilan, insyaAllah sisi baik Anda akan menang,"

Karena kebanyakan motivasi hanya memanipulasi semangat di hati, sedikit sekali yang memberi tahu bagaimana caranya beraksi, dalam waktu singkat, semangat motivasi tadi akan hilang,

Saya pesankan, kawan-kawan yang mengikuti acara motivasi, ikutilah yang menjurus, seperti pelatihan-pelatihan kepenulisan atau membuka usaha dagang,

Karena biasanya, pembicara dalam acara pelatihan adalah orang yang sudah sukses, berpengalaman di bidangnya, merasakan apa yang disebut 'berjuang',

Semangat Anda akan meluap-luap, ditambah Anda punya gambaran apa yang harus dilakukan saat pulang,

Sedangkan pembicara pada acara motivasi umum, biasanya adalah orang yang lihai berbicara, namun kesuksesan nyatanya entahlah, mungkin kurang,

Karena sekuat apapun keinginan dari hati, jika otak tidak tahu apa yang harus dilakukan, yaaaaaa hasilnya tetap nol, ujung-ujungnya malah tetap bernasib malang,

Tapi, ini hanya pengamatan, bukan penelitian, jika ada yang berbeda sudut pandang, tidak perlu dipermasalahkang, *maksa :v

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^

Bahayanya Mahasiswi yang Tinggal di Kos

Seorang mahasiswi menelepon Abangnya.
Adik : "Bang, tadi malam ada maling masuk kamar kosku. Tiga laptop, handphone, bahkan beberapa pakaian juga hilang, Bang,"

Abang : "Bagaimana bisa? Ada jejak tidak? Ada yang dicurigai tidak?"

Adik : "Tidak bang. Memang ada bekas pembongkaran di pintu kamar. Tapi pelakunya belum diketahui,"

Abang : "Abang kan sudah katakan, jangan tinggal di kos. Tinggallah dengan bibi. Rumah bibi kan dekat dengan kampusmu,"

Adik : "Tapi aku ingin mandiri, Bang. Ingin belajar bertanggung jawab,"


Abang : "Bertanggung jawab sih iya, tapi kalau maling bisa masuk bebas seperti itu bagaimana? Siapa yang bisa jamin tidak ada maling-maling lain yang berniat?

Coba pikirkan, sekarang yang masuk adalah maling. Yang hilang hanyalah harta.

Sekarang coba bayangkan, bagaimana kalau yang menyelinap masuk adalah pemerkosa. Abang tidak bisa bayangkan, apa yang akan hilang,"

Adik : "....."

Abang : "Memang kejahatan tidak bisa diduga-duga. Tapi paling tidak, jika tinggal di rumah bibi, kehormatanmu akan lebih bisa dijaga,"

Adik : "...."

Dan sorenya, si adik langsung pindah ke rumah bibinya.

***

Apapun pilihan yang kita ambil, selalu perkirakan kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi,

Seperti memilih kos, jika maling bisa menerobos masuk tanpa tertangkap, maka pemerkosa tentu juga berpotensi,

Masih mujur jika yang hilang hanya harta, jika kesucian, kemana harus dicari ganti?

Makanya, Islam tekankan, menurut kesepakatan Imam Mazhab yang 4, haram hukumnya perempuan melakukan perjalanan lebih dari 3 hari tanpa mahram atau suami,

Bahkan beberapa ulama mematoknya menjadi hanya satu hari,

Jangankan untuk menuntut ilmu yang bisa dilakukan dimana saja, pelarangan ini juga diterapkan dalam ibadah haji,

Maka tentu pelarangannya akan lebih tegas untuk hal lainnya, tujuannya agar kehormatan diri bisa terlindungi,

Bukalah mata, jangankan wanita, lelaki muda saja bisa menjadi korban di zaman ini,

Maka sepantasnya, wanita harus lebih berhati-hati,

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^

Saturday, May 24, 2014

Ini Dia! Instansi Pendidikan Kriminal Terbaik

Alurnya begini, dan biasanya begini,
Seorang makelar judi togel ditangkap saat sedang melakukan aksi,

Akhirnya, selama 2 tahun ia harus masuk bui,

Di bui, ia berkenalan dengan banyak bos-bos judi yang lebih kreatif, sehingga ia mendapat lebih banyak ilmu dan informasi,

Saat bebas, ia langsung membuat website judi bermodal ilmu yang didapat dari penjara tadi,

Untung menjadi berlipat, keberadaannya sulit dilacak, parahnya, anak-anak pun di usaha barunya bisa ikut berjudi,


Harusnya ini menjadi bahan pembicaraan para pemangku amanah, bahwa penjara tak lagi bisa diandalkan karena cacat efisiensi,

Penjara bukannya memberi efek jera, namun malah membuat penjahat lebih jahat, lebih cerdas, lebih kreatif, lebih berani,

Akan lebih efektif jika para penjahat itu dipasung di rumah mereka sendiri-sendiri,

Setelah dihukum di hadapan orang ramai, dengan cambuk untuk kriminal menengah, atau hukum mati untuk kriminal tingkat tinggi,

Memikirkan hukum ya harus pakai logika, jangan sedikit-sedikit HAM, sedikit-sedikit hati,

Hai pemangku amanah negeri,

Para pelaku kriminal itu tak punya hati, tak perlulah layani mereka seolah mereka anak mentri,

Salah tetap salah, hukumlah dengan yang pantas, dan penjara bukan solusi,

Karena kita ingin sebuah lingkungan sehat, bebas kriminal, tak ada was-was, tanpa cemas, karena semua orang sadar diri,

Sadar bahwa sebuah kejahatan akan menjadi bahan penyesalan sampai mati,

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^

Strategi Bisnis Biadab

Entah kenapa, setiap ada kebakaran pasar, saya tidak langsung percaya bahwa itu akibat kecelakaan,
Ada arus pendek listrik, itu yang media katakan,

Namun mengapa toko-toko yang terbakar biasanya adalah milik pribumi yang berada di lokasi strategis dan banyak pelanggan?

Dan kenapa, setelah pasar dibangun kembali, kios-kios yang dulu dimiliki oleh pribumi malah ditempati pedagang taipan,

Sedangkan pedagang pribumi dipindahkan ke lokasi sepi, memulai dari nol, tak sedikit yang gulung tikar, tak cukup penghasilan,

Ada apa? Apa hanya kebetulan?


Atau ini adalah strategi bisnis busuk untuk membunuh ekonomi para pedagang pribumi yang menjunjung kejujuran?

Entahlah, namun tetap, saat yang terbakar adalah pasar strategis, saya tidak bisa begitu saja percaya bahwa itu adalah kecelakaan,

Namun saya curiga, di belakangnya ada kelicikan yang tengah dimainkan,

Semoga semua pedagang yang tokonya terbakar diberi kesabaran,

Semoga pelaku pembakaran diberi hidayah. Jika tak tobat, semoga dihukum langsung oleh Allah dengan penderitaan,

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^

Mental Anti Utang

Telah banyak kita lihat dampak buruk dari utang,
Kemana-mana selalu merasa diikuti penagih, hati jadi tak tenang,

Berapapun harta yang didapat, selalu digunakan untuk membayar utang, tabungan semakin berkurang,

Hidup menjadi tak bebas, harus berpikir dua kali agar tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan keinginan si pemberi utang. Hidup menjadi terkekang,

Contoh nyatanya, anggota legislatif yang kampanye dengan biaya utang, saat menjabat cenderung semena-mena mencuri uang,


Atau bisa jadi juga mengambil kewenangan sesuai permintaan pemberi utang,

Bukan hanya caleg. Pun juga pengusaha, PNS, petani, profesi apapun, jika berutang besar, jangan harap hidup akan senang,

Maka tak heran, jika Nabi Saw mengajarkan kita doa agar terhindar dari utang,

"Wa nauzu bika min ghalabatiddaini wa qahrirrijal"

Semoga orang yang berutang dimudahkan untuk melunasinya,

Semoga yang tidak punya utang tidak terjebak oleh utang dan segala yang dijanjikannya,

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^

Edisi Mencari Istri (Bag III)

Lagi, edisi mencari istri sebagai pasangan,
Nabi pernah katakan, untuk melihat wajah dan telapak tangan,

Orang bilang, dengan melihat tangan, beberapa orang bisa menilai kesuburan,

Namun itu hanya bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu yang berpengalaman,

Namun bagi kita, pemuda yang bukan ahli, maka melihat tangan wanita itu adalah untuk menguji kecerdasan,

Wanita cerdas adalah yang kukunya dipotong pendek, rapi, yang kiri maupun kanan,

Salah satu alasannya, adalah jika kukunya panjang, maka berarti ia tidak bisa mengetik dengan 10 jari, benar kan?


Pun, memotong kuku adalah sunnah Nabi Saw. Maka meskipun bagaimana, ia tetap berpahala jika dilakukan,

Kecantikan pun bisa diukur dengan melihat betuk jari tangan,

Laki-laki cenderung menganggap wanita yang bentuk jarinya mirip dengannya sebagai sebuah kecocokan,

Bukankah bentuk kuku itu berbeda-beda? Ada yang ujungnya melingkar, ada juga yang lurus, kotak, tergantung keturunan,

Maka dari bentuk jari dan kuku, bisa dibandingkan,

Bukankah kuku jugalah yang membuat Si Ikal jatuh cinta pada A Ling, dalam Laskar Pelangi ia kisahkan,

Ah, satu lagi, kecerdasan wanita juga ditentukan oleh kemampuannya bertutur berbahasa daerah dengan betul, baik dan benar saat didengarkan,

Karena wanita dengan bahasa daerah yang baik insyaAllah lihay menawar barang saat belanja kebutuhan rumah tangga, ini serius bukan bualan,

Jika istri pintar menawar, otomatis keuangan keluarga bisa diselamatkan,

Karena sekaya apapun seorang lelaki, jika istrinya tidak tahu cara berhemat, maka ia tetap akan dianggap tidak memenuhi kebutuhan,

Maka carilah istri yang menerima apa adanya, dan pintar dalam hal tawar-menawar. Nah, kepandaiannya dalam menawar bisa dilihat dari kualitas bahasa daerah yang ia gunakan,

Karena wanita yang bahasa daerahnya tidak baik dan benar, maka ia tidak akan lihay dalam berbelanja, besar kemungkinan,

Ku tulis ini, agar kawan-kawan yang ingin menikah bisa menjadikannya bahan pertimbangan,

Karena lelaki menikah harus dengan pertimbangan logika, tak cukup hanya bermodal kuatnya cinta di hati dan perasaan,

Semoga setiap kita bisa menjadi yang terbaik bagi siapapun yang Allah takdirkan,

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^

Edisi Mencari Istri (Bag II)

Jika tulisan sebelumnya hanya membahas tiga syarat secara global, sekarang akan dibuat lebih rinci,
Mengenai 'behaviour', bagaimana wanita berakhlak dan berpekerti,

Karena siapapun wanita, jika dihadapkan pada pria tampan dan cerdas seperti Anda, pasti ia hanya akan menampakkan sisi baiknya, sedangkan kekurangan akhlaknya tetap tersembunyi,

Lalu bagaimana cara agar Anda tahu bahwa akhlaknya tidak palsu dan benar-benar terpuji?

Tinggal tanya pada keluarga dan teman-temannya, bahkan kepada si wanita saja sekalian, jika berani,

"Apakah kamu bisa masak sendiri?"

Subjektif? Tunggu dulu, sebentar, mari kita teliti,

Kepandaian masak seorang gadis sejatinya bukan menunjukkan keterampilan, tapi menunjukkan pada pekerti,

Coba Anda bayangkan, jika seorang ibu, sibuk mencuci, menyetrika, masak setiap hari, sedangkan anak gadisnya hanya bisa menikmati,

Lalu yang bisa menolong ibunya siapa lagi?

Menolong ibunya saja dia tidak mau, bagaimana mungkin nanti setelah menikah ia akan menolong suami?

Nah, seorang gadis yang rajin membantu ibunya mengurus rumah tangga, tentu belajar masak setiap hari,

Mulai dari menggiling cabe, memadu bumbu, dan menanak nasi,

Karena kepandaian masak seorang gadis itu muncul bukan karena ia rajin ikut kelas memasak, namun cukup membantu ibunya, tanpa biaya, namun kualitas pasti,

Selain keterampilan memasaknya bagus, mental "penolong"nya juga terasah, tak tega melihat ibunya letih bekerja sendiri,

Makanya saya katakan, kemampuan gadis untuk memasak adalah urusan logisnya otak, bukan urusan subjektivitas hati,

Carilah wanita yang lihai memasak, insyaAllah ia akan rajin membantu mertua, dan ikhlas melayani suami,

Well, tapi tetap saja, ini bukan tulisan seorang lelaki tua yang telah banyak pengalaman dilalui,

Ini hanya tulisan dari bujangan tanggung yang sekedar ingin berbagi,

Untuk lelaki, hati-hati mencari istri! Hati-hati menjaga diri! Hati-hati menjagaga hati!

Untuk wanita, sama dengan nasihat untuk lelaki,

Dengan tambahan, ayo singsingkan lengan baju membantu ibu sebagai bentuk bakti, ;)

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^

Edisi Mencari Istri (Bag I)

Lelaki korban sinetron akan melihat bibit, bebet dan bobot saat mencari istri,
Wajar, karena lelaki matang saat ini, dulunya disuguhi sinetron tentang pernikahan yang tidak direstui,

Alasannya karena satu dari 3 alasan yang sudah disebutkan tadi,

Tapi, lelaki cerdas seharusnya tidak lagi memperhatikan 3 aspek tadi, namun harusnya memperhatikan 3 aspek lain untuk mencari istri,

Behavior, brain and beauty,

Behavior adalah patokan akhlak dan prilaku sehari-hari,


Brain adalah ukuran kecerdasan, namun tidak selalu ditandai dengan seabrek prestasi,

Beauty, meski kecantikan itu relatif, ini tetap menjadi syarat mutlak, bahwa seorang istri bisa menyejukkan mata suami,

Mencari istri, memang harus menggunakan logika, karena menikah bukan urusan habis satu hari,

Namun menikah adalah bagaimana untuk bertahan sampai mati,

Makanya, 3 hal ini, kecerdasan, perilaku dan kecantikan harus menjadi kombinasi,

Jangan mudah tertipu dengan konsep cinta 'ala sinetron ataupun EfTiFi,

Ataupun konsep cinta drama korea dimana ada 4 wanita mengejar cinta satu wanita lain, namun ternyata empat wanita tadi adalah lelaki! :v *nah lho?

Dari pada sinetron yang tak jelas kapan berhenti, kadang lebih baik mencari hiburan di acara komedi,

Terima kasih pada Fitrop, asal Cimahi yang telah memberi inspirasi,

Ah iya, jangan berprasangka dulu, meskipun aku menulis mengenai jodoh, nikah, dll, belum tentu aku ingin menikah dalam waktu dekat ini,

Semoga kawan-kawan memiliki hati yang hidup dengan zikir, diimbangi dengan logika yang tidak mati,

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^

Thursday, April 24, 2014

Dihukum Mati Saja!

Ini tentang sebuah penyakit, yang saat ini dianggap sebagai kecenderungan biasa,
Penyakit kasat mata namun sangat berbahaya,

Namanya homoseksual, kelainan kecenderungan selera,

Jika laki-laki harusnya menyukai wanita, maka penderita penyakit ini lebih memilih sesama lelaki, bahkan lebih parah lagi, anak-anak pun tak jarang menjadi korbannya,

Yang mengkhawatirkan adalah, anak-anak yang menjadi korban, saat dewasa cenderung menjadi pelaku. Ternyata penyakit ini menular, tak berhenti hanya pada si penderita,

Saya pikir, kita sepakat bahwa penyakit ini sangat berbahaya, dan termasuk kriminal berat jika ditularkan pada anak-anak tak berdosa,

Mari sekarang kita bahas hukuman yang pas untuk pelakunya,

Jika dimasukkan ke penjara, maka boleh jadi pelakunya hanya akan menularkan penyakit tersebut kepada kawan-kawannya yang berada satu sel dengannya,

Saat bebas, maka pelaku penyakit ini akan semakin banyak dan meresahkan massa,

Boleh dibilang, penjara bukanlah solusi pas untuk mengatasinya,

Kedua, mungkin pelakunya dikenakan denda,

Tapi, ups, tunggu dulu, denda hanya akan membuat pelaku makin menjadi-jadi, tinggal bayar, habis perkara!

Coba kita lihat alternatif ketiga, hukuman mati, bisa disuntik, bisa dilistrik, dilempar batu atau digantung saja,

Hukuman dilakukan di tempat terbuka,

Dengan hukuman ini, penyakit akan terputus, hilang bersama putusnya nafas si pembuat nista,

Ini juga akan menjadi pelajaran bagi pelaku yang tersisa, agar mencari solusi untuk sembuh dari penyakitnya,

Lingkungan menjadi aman, sehingga ibu tak perlu khawatir membiarkan anaknya bermain di tempat terbuka,

Karena semua orang sadar, main-main dengan penyakit satu ini, mati menjadi akibatnya,

Kita semua ingin membentuk lingkungan aman dimana anak-anak bisa lepas tertawa,

Juga lingkungan dimana laki-laki dan wanita bisa hidup sesuai fitrahnya,

Untuk membentuk lingkungan seperti itu, cukup gunakan logika,

Bahwa kejahatan harus dihukum sesuai kadar jahatnya,

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^

Trik Memilih Menantu

Untuk calon mertua serta rakyat, jadikan shalat sebagai patokan untuk menentukan pilihan tepat,
Jika muslimah, maka patokannya bertambah, yakni jilbab yang sempurna menutup aurat,

Jangan mudah tertipu dengan foto narsis berlatar Ka'bah yang kebanyakan hanya membuat ibadah menjadi tak khidmat,

Jangan pula tertipu dengan calon yang hanya shalat setiap jumat,

Bagaimana mungkin seseorang bisa mengabdi, pada rakyat maupun pada suami/istri, jika mengabdi pada Tuhan -yang hanya sebentar- saja tidak sempat,

Karena syarat mutlak seorang pemimpin adalah Islam, ini tak boleh diganggu gugat,

Dan Nabi Saw bersabda, pembeda antara muslim dan kafir itu adalah shalat,

Katakan pada mereka yang muslim namun tak shalat, "Jangan heran jika rakyat tak memilihmu, atau calon mertua menolakmu jika kepada Allah saja kamu tak taat,"

Semoga kita bisa konsisten untuk menjalankan ibadah serta kuat menjauhi maksiat,

Semoga di akhirat kita mendapat syafaat dan dihindarkan dari laknat,

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^

Penjajah Baru Indonesia, Kira-kira Siapa?

Pola penjajahan Belanda dulu adalah dengan menguasai ekonomi khususnya rempah-rempah, mempekerjakan pribumi di bidang pekerjaan rendah, membayar "uang keamanan" kepada pemerintah, dan saat rakyat Indonesia terlena dan lengah, mulailah mereka sebarkan agama mereka,

Saat mereka melakukan kristenisasi, barulah rakyat membuka mata, melakukan perlawanan dengan bambu runcing sebagai senjata,


Kini pun sebenarnya Indonesia dalam proses jajahan yang nyata,


Penjajahan ekonomi yang dilakukan oleh etnis yang bukan asalnya dari Indonesia, namun mereka bukan pula peranakan Belanda,

Mereka adalah orang Asia juga, namun memiliki agama yang sama dengan penjajah Belanda,

Nah, ekonomi sudah mereka kuasai, politik sudah mulai mereka duduki, generasi muslim sudah mulai mereka murtadkan, namun sayang, umat masih menutup mata,

Entah karena memang tidak tahu, atau hanya pura-pura tidak tahu, padahal penjajah baru itu sudah mulai bergeriliya,

Saya hanya ingin berpesan, sebelum terlambat, lihatlah realita,

Berapa persen pertambangan yang benar-benar dimiliki oleh putra asli bangsa?

Berapa persen media komunikasi yang benar-benar dimiliki orang asli Indonesia?

Berapa persen perkebunan yang keuntungannya memang benar-benar digunakan untuk kemajuan negara?

Jika kurang dari 80%, maka sebenarnya kita telah dijajah sedikit demi sedikit, sehingga kita tidak menyadarinya,

Perkuat benteng diri, tolak kristenisasi, kalau bisa, usir saja penjajah baru itu sebelum mereka benar-benar menjajah Indonesia menggunakan senjata,

Semoga Allah jaga negara ini, yang diperjuangkan oleh ulama dan santri sehingga bisa merdeka,

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^

Guru? Jangan Alay!

Boleh, jika Anda bukan guru
Bukan rahasia bila virus alay sudah mewabah,
Cukup wajar jika yang menjadi korbannya adalah anak sekolah,

Namun jika yang menderita alay adalah seorang guru, ini yang menjadi masalah,

Padahal dia harus menjadi contoh, bahasa Arabnya "uswah",

Kalau seorang guru itu alay, apa bedanya dia dengan abg labil usia 18 tahun ke bawah?


Intinya, ada sebuah kekecewaan di hati saya saat melihat bagaimana alaynya seorang guru bertingkah,

Bukan hanya guru sekolah biasa, bahkan juga ada di antaranya yang mengajar di madrasah,

Guru kencing berdiri, murid kencing berlari, peribahasa ini renungkanlah!

Alay yang diderita guru, jika menular kepada murid, gejalanya bisa bertambah-tambah,

Alay mungkin tak berdosa, namun jika dilakukan oleh seorang guru, tetaplah salah!

Semoga guru-guru yang mendidik generasi muda bangsa kita bukan hanya guru berilmu, namun juga guru yang bisa menjaga muruah*,

Semoga pendidikan Indonesia maju, mulai dari TK hingga kuliah,

Jika ada guru yang tersinggung dengan tulisan ini, maka maaf, perbaikilah diri, jangan marah, ;)

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^

*muruah : profil, nama baik

Anda Pantas Menerima Medali

Meski sama-sama punya kegiatan, organisasi mahasiswa sangat berbeda dengan perusahaan,
Perusahaan bergerak dengan motivasi gaji, sedangkan organisasi bergerak murni motivasi keilmuan,

Perusahaan bisa memberi hukuman, namun organisasi yang memberi hukuman bisa-bisa ditinggalkan,

Perusahaan menghasilkan uang, sedangkan organisasi, malah uang anggota yang dikeluarkan,

Tanpa komitmen kuat dan saling paham antara semua elemen organisasi, kegiatannya tidak akan berjalan,

Saat komitmen dilupakan, sejatinya kita telah zalim kepada anggota lain yang diabaikan,

Sekarang paham kan, mengapa menjadi pemimpin sebuah organisasi itu lebih sulit dari pada menjadi direktur perusahaan?

Semoga setiap pemimpin organisasi nonprofit bisa tetap semangat dan bertahan,

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^

Anda Islam Aliran Apa?

Dulu, aku sempat berpikir bahwa pelawak adalah orang yang kecerdasannya di bawah rata-rata,
Namun tidak, aku salah! Ternyata mereka adalah orang yang kreatif dan cerdas, sehingga apa yang dikatakannya bisa membuat orang lain tertawa,

Buktinya? Hmm, biar kuceritakan sebuah lawakan,dari Akbar, saat tampil di ILK,

Cerita saat ia azan subuh, namun jamaah yang hadir hanya berdua,

Jamaah sedikit, tentu ia kecewa,

Hari itu juga, jam 10, azan kembali dikumandangkannya,

Tak tanggung-tanggung, seluruh penduduk kampung datang berbondong-bondong ke Mushala,

Berteriak menyuruh si muazin keluar, menemui massa,

"Hei kamu! Azan apa jam 10 pagi?! Kamu alirannya apa?!"

Si muazin juga tak kalah lihai berbicara,

"Eh, Bapak, Ibu, saya yang harus bertanya. Aliran Bapak Ibu apa? Saya azan subuh tidak ada yang ke Mushala. Eh, saya azan jam 10, kok ke sini semuanya?!"

Serangan telak dari pelawak, dengan bantahan yang sangat mengena,

Dan lebih hebat lagi, selain membuat tertawa, juga terdapat ilmu bermanfaat di dalamnya,

Mudah-mudahan yang membuat cerita mendapat pahala,

Mudah-mudahan kita semua bisa mengambil hikmahnya,

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^

Saturday, February 15, 2014

Ini Salah Menteri Pendidikan



Dua bulan lagi UN akan ku jalani. Walaupun belajar di pesantren, yang notabenenya adalah institusi pendidikan agama yang harusnya independen, ternyata peraturan mentri pendidikan tetap saja menghantui kami. Rasa ngeri mulai terasa, entah kenapa, mungkin karena banyaknya try out, dan juga pelajaran sore yang tak kenal istirahat.

Bukan UN yang kutakutkan. Tentu saja jika hanya mengejar “lulus”, nilai rata-rata 5,1 bisa kuraih. Namun aku lebih mencemaskan siapa aku, akan jadi apa aku. Aku bersekolah di pesantren dengan kurikulum belum matang. Aku mulai bingung, apakah aku akan menjadi da’i berjubah, atau seorang bisnismen berjas.


Jika akan menjadi ulama, sekolahku tidak memberikan dasar keilmuan yang memadai. Tidak ada kewajiban menghafal Al-Quran, kitab-kitab gundul hanya dibaca paling banyak 30 halaman, tidak ada kegiatan menghafal matan-matan[1]. Jadi ulama tanpa hafalan Al-Quran? Jangan mimpi!

Atau bisnismen berjas. Ini lebih tidak mungkin lagi. 99% waktuku kuhabiskan di sini. Bahkan bulan Ramadhan pun dihabiskan dengan belajar. Aku tak punya koneksi, tak lihai berkomunikasi, jarang sosialisasi, sedikit kenalan, sempit pertemanan. Sekarang coba jelaskan, dari mana aku bisa menjadi seorang miliarder sekelas pengusaha Taipan?

Gila, gila, gila!

Pernah suatu hari, dengan nekad ku sampaikan kegalauanku ini pada salah seorang guru, yah, seorang guru yang memegang kebijakan di sekolahku. Setelah beliau selesai menerangkan pelajaran, dan sedikit memberi pesan kepada kami yang akan segera naik level ke universitas.

“Ustad, menurut Ustad, saya harus jadi apa?

Jadi preman pasar, saya tidak bisa silat, badan pun kecil karena kebutuhan gizi masa pubertas tidak tercukupi.

Mau jadi bisnismen, teman-teman yang saya kenal hanya ada di sini. Asrama dan sekolah tidak memberi banyak kesempatan dengan orang-orang luar untuk berinteraksi.

Mau jadi ulama, hafalan Quran tidak ada, kitab fikih hanya sebatas shalat, zakat, puasa, comot sini comot sana.

Saya bingung, Ustad. Bisa jadi apa saya?”

Kau tahu jawaban apa yang aku dapat?

“Buang ulatnya, ambil tebunya!”

Wow! Lalu hubungannya dengan pertanyaanku apa?

***

Aku mungkin terperangkap ragu, bingung, galau beberapa waktu lalu. Tapi kini aku sadar, galau yang terendap lama akan berubah menjadi energi negatif yang kadang bisa membuat gila, sebagian orang menyebutnya marah. Ya, aku marah, tapi tidak tahu pada siapa!

Waka kurikulum?

Ah, ya, dialah yang mengatur segala apa yang harus dipelajari. Dialah yang menyunat setiap menit-menit yang seharusnya digunakan untuk mempelajari ilmu agama secara total. Ah, ya, dialah yang mengontrol kegiatan belajar-mengajar. Waka kurikulum! Aku marah padamu!

Tapi tunggu, bukankah waka kurikulum hanya bekerja? Bukankah ia hanya melakukan tugas yang diberikan oleh kepala sekola? Ah, ya, kepala sekolah, kepala sekolah, kau lah yang membuat kami disorientasi. Bingung apa kami akan berakhir jadi pribadi sampah masyarakat tak berguna!

Tapi tunggu, ini juga bukan salah kepala sekolah sepenuhnya. Jika diteliti, pemotongan jam belajar agama disebabkan karena tuntutan UN, sehingga beberapa pelajaran rela disunat demi diulangnya 6 buah pelajaran yang akan di-UN-kan. Siapa yang bertanggung jawab? Kepala dinas pendidikan? Bukan, bukan, bukan. Ini pasti salah menteri pendidikan. Ini salah menteri pendidikan!

***

Saat marah tak bisa dilampiaskan, hanya sesal yang dapat dirasakan. Aku menyesal mengapa harus bersekolah di sekolah yang tidak punya kurikulum paten sehingga tidak menyebabkan murid-muridnya galau.

Ku dengar pesantren-pesantren di pulau seberang sana telah mengkaji kitab-kitab secara sempurna. Mereka sudah menghafal Al-Quran sejak belia. Mereka bahkan diijinkan untuk terjun ke masyarakat paling tidak 2 bulan setiap tahunnya.

Sedangkan aku? Aku siapa? Bisa jadi apa?

***

Kairo, 15 Februaru 2014



[1] Kitab keilmuan dasar Islam ringkas yang biasanya dihafal oleh para ulama