Wednesday, August 6, 2014

Imam dan Muazin

Nah, bagi saya, ada dua syarat mutlak dan harus dipenuhi oleh seorang imam shalat dan muazin,
Pertama, tajwidnya pas, tentunya hasil dari belajar yang rajin,

Kedua, suaranya bagus, ini bisa berasal dari gen bawaan, atau juga bisa didapat dari latihan sekeras mungkin,

Karena bacaan imam dan azan muazin adalah syiar yang tidak hanya didengar oleh kaum muslimin,


Ia akan didengar oleh seluruh makhluk, muslim dan kafir, manusia dan jin,

Makanya, jika tajwidnya salah, saat mendengarnya, guru tajwid butuh aspirin, :v

Jika suara pelantunnya tidak bagus, nonmuslim yang mendengar, telinganya akan terasa terpilin,

Dan tugas kitalah, untuk menjaga harga diri Islam, salah satu caranya, selektiflah memilih garin! (garin = merbot = penjaga masjid)

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^

Karakter Berbeda di Dunia Maya

Inilah yang media sosial sediakan,
Anak gadis tertutup, bisa menjadi binal buka-bukaan,

Remaja pendiam, bisa jadi selalu update laporan kegiatan blak-blakan,

Sedang melakukan ini, mau melakukan itu, kepada teman fb diberitahukan,

Otw kesini, baru kembali dari sana, kepada teman twitter dibroadcastkan,

Carut dan kata kotor yang berat di lidah, di dalam status dituliskan tanpa beban,

Tak jarang, orang tua sendiri pun menjadi korban,


Ah, kita lupa bahwa facebook hanya bertanya apa yang kita pikirkan,

Bukan apa yang sedang kita lakukan, bukan kemana arah kendaraan kita berjalan, bukan siapa yang kini membuat kita kasmaran,

Kita lupa bahwa Rasul bersabda, "Di antara tanda baiknya Islam seseorang adalah, meninggalkan sesuatu yang tak berarti," makanya ia tinggalkan,

Kita lupa bahwa orang cerdas itu bukanlah orang yang mengatakan semua yang ia tahu | namun orang cerdas adalah mereka yang selalu tahu apa yang mereka katakan,

Jadi stop, hentikan kata-kata kotor, hentikan laporan kegiatan,

Karena kita adalah muslim cerdas, bukan abg labil yang jati diri serta prinsipnya masih dipertanyakan,

Bukankah indah, jika beranda media sosial kita hanya berisi hal baik untuk dipikirkan, bermanfaat jika dibagikan?

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^

Pria Beruntung

Saat dewasa, aku mulai sadar, bahwa ayah adalah lelaki paling beruntung di dunia,
Kenapa?

Karena ada ibu yang selalu membuatkan kopi untuk beliau setiap pagi dan menjelang senja,

Pagi, saat ayah akan bersiap bekerja, baju beliau telah tersedia,

Licin, rapi dan wangi, ibu yang menyeterika,

Saking tergantungnya ayah pada ibu, bahkan kuku ayah pun ibulah yang memotongnya,

Hm, bolehlah ayah disebut suami manja,


Tapi tentu tak apa, manja seperti itu kan berpahala, :D

Wajar, jika ayah menjadi sosok hebat, karena di belakang beliau ada wanita luar biasa,

Padahal ibu juga wanita karir, beliau adalah guru, namun tidak mengabaikan kewajiban rumah tangga,

Wajar jika ayah selalu katakan, "Lihatlah bagaimana ibumu berbakti, maka kau akan sadar mengapa surga ada di bawah telapak kakinya!"

Sehari saja ayah tidak bersama ibu, aku bisa pastikan beliau akan galau merana, :v

Yah, pelajaran juga untuk wanita, jangan cari lelaki kaya, tapi buatlah siapa saja lelaki yang berjodoh denganmu sejahtera,

Sendirinya nanti juga akan jadi kaya,

Aku sadar bahwa sosok seperti ibuku bukan satu-satunya,

Makanya, nanti aku mau mencari yang juga telaten seperti beliau, tapi ini baru rencana, *nah lho!

Semoga siapapun yang membaca bisa mengambil hikmahnya,

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^

Jadilah Hebat, atau Berkawanlah dengan Si Hebat!

Hanya karena berkawan dengan Ashabul Kahfi, seekor anjing pun dalam sejarah bisa terabadikan,
Makanya, bertemanlah dengan orang saleh, agar kesalehannya bisa ia bagikan,

Bertemanlah dengan orang cerdas, agar kecerdasannya bisa ia tularkan,

Dan jika ada orang yang selektif memilih sahabat, jangan langsung ia yang disalahkan,

Bisa jadi yang salah adalah kita, sehingga orang tidak mau berkawan,

Ini hikmah yang di dalam Tafsir Al-Wasith, Syaikh Thanthawi pernah sampaikan,

Mau tercatat dalam sejarah? Ukirlah prestasi yang tidak terlupakan,


Jika tidak bisa, bertemanlah dengan orang yang punya kemampuan,

Anda akan ikut mendapat kehormatan,

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^

2 Hal yang Harus Dimiliki Calon Pemimpin

Dalam memilih pemimpin negara yang sesuai tuntunan Al-Baqarah ayat 247, ada dua hal penting yang disyaratkan,

Pertama calon pemimpin haruslah orang cerdas, bukan sok-sokan,

Kedua ia bukan hanya harus sehat, namun juga perkasa, punya kekuatan,

Karena kecerdasan akan sangat bermanfaat saat pembangunan negeri ia jalankan, (internal)

Sedangkan kekuatannya akan menyusupkan rasa takut di hati lawan, meningkatkan harga diri bangsa sehingga tidak bisa direndahkan, (eksternal)

Bukankah karena dua alasan ini, Thalut (Saul) dipilih menjadi raja Bani Israil saat mereka tercerai berai berantakan?

Dan dengan dua modal ini pulalah Thalut mengembalikan persatuan, serta membuat rakyatnya memenangkan pertempuran,

Cerdas dan perkasa, agar harga diri bangsa tidak lagi diinjak-injak, mudah-mudahan jadi pertimbangan,

Karena kita ingin yang terbaik, semoga Allah kabulkan,

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^

Orang Minang Tak Seperti yang Anda Kira

salah satu buku sejarah yang sangat bagus
Orang bilang, lelaki Minang itu cemen karena tinggal di rumah keluarga istri,
Tapi mereka lupa, bahwa ternyata Rasulullah Saw juga tinggal di rumah Siti Khadijah RA setelah menikah resmi,

Orang bilang wanita Minang itu agresif karena malah mereka yang melamar pihak lelaki,

Tapi mereka lupa, bahwa dahulu Siti Khadijah pulalah yang melamar Nabi Saw,

Baca sejarah, maka Anda akan tahu betapa melekatnya budaya Minang dengan apa yang dicontohkan Rasulullah Saw dalam kehidupan sehari-hari,

Karenanya, jangan asal ceplas-ceplos kalau adat tidak sesuai dengan ajaran agama, padahal pengetahuan adat masih minim, pengetahuan agama apalagi,



Terakhir, saya katakan bahwa saya bangga menjadi orang Minang, dan akan berdiri paling depan membela jika ada yang berani mencaci,

Ada yang mau ikut berpartisipasi? :D

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^

Zakat Tabungan, Sudahkah Anda Keluarkan?

Orang terlalu sibuk dengan zakat penghasilan yang masih diperdebatkan, namun kebanyakan lupa bahwa ada satu zakat penting yang harus diperhatikan,
Yaitu zakat emas dan perak, yang bisa disamakan dengan uang pada keadaan sekarang, zakat tabungan,

Betapa banyak orang kaya yang punya tabungan berlimpah di bank, namun entah karena lupa atau karena tidak tahu, zakatnya tidak dikeluarkan,

Nah, untuk bapak, ibu dan saudara yang punya kelebihan rezeki di bank, berikut panduan zakatnya, secara ringkas saya jelaskan,


Zakat harta simpanan, memiliki dua hal penting yang disyaratkan,

Pertama, nisab, bahwa harta telah mencapai jumlah yang telah ditentukan,

Nisab harta simpanan adalah 20 dinar emas, satu dinar emas itu adalah 4,25 gram jika dibandingkan,

Nah berarti 20 dinar emas adalah 85 gram, tinggal dikalikan,

Untuk tanggal hari ini (20/5/2014), harga satu gram emas adalah Rp475.801,82 (Empat ratus tujuh puluh lima ribu delapan ratus dua koma delapan puluh dua rupiah), dikalikan dengan 85 gram yang tadi telah kita bicarakan,

Rp475801.82 x 85
= Rp40.443.154.70 (Empat puluh juta empat ratus empat puluh tiga ribu seratus lima puluh empat koma tujuh rupiah), kita jadikan Rp40.443.000,-, untuk kehati-hatian, kepada jumlah terkecil kita genapkan,

Jika bapak, ibu dan saudara yang tabungannya sesuai dengan jumlah di atas, berarti syarat pertama zakat sudah terpenuhi, sekarang syarat kedua yang harus kita perhatikan,

Apa itu? Adalah 'haul', bahwa harta sebanyak nisab tadi sudah disimpan selama satu tahun Hijriyah, tanpa pernah ada pengurangan,

Satu tahun Hijriyah rata-rata 354 hari, karena patokannya adalah rotasi Bulan,

Nah, jika jumlah harta sudah mencapai nisab, dan sudah disimpan selama setahun hijriyah, otomatis zakat harus dikeluarkan,

Tak perlu banyak kajian tentang dalil kewajiban zakat, karena sudah sering diulang, bahkan anak TK pun tahu kalau zakat itu adalah salah satu rukun Islam, harus dijalankan,

Pertanyaannya, berapa yang harus dikeluarkan?

Sedikit, sangat sedikit, hanya 2,5% dari jumlah harta keseluruhan,

Saya tulis ini agar saya tidak lupa dengan apa yang saya pelajari, pun agar banyak pula yang mendapat manfaat, semoga bisa diamalkan,

Doakan pula agar saya diberi kemurahan rezeki agar nanti saya bisa menyusul bapak, ibu dan saudara yang sudah zakat duluan,

Tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah, bagi saya ini menjadi motivasi, dorongan,

Jika zakat dijalankan, kejayaan umat bukan lagi sekedar khayalan,

Kemiskinan bisa dituntaskan,

Aset-aset negara yang kini dikuasai asing bisa ditebus, kepada putra putri bangsa dikembalikan,

Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. ^_^